Tuesday, December 1, 2009

gerbang gelora


gerbang gelora
bermula dari muara menerjah hulunya
airnya berpusar dari lidah kesombongan
kesempurnaan apakah yang dijelirkan dari lidah berpintal
menyemai kebencian menghembus nafas busuk gelora
apakah yang dapat dituai dari ucap nista
hanya membesarkan kotak keretakan
kesempurnaan apakah yang dijilat dari lidah bercabang
kaulelehkan liur cemar
kau siapa sebenarnya

gerbang gelora
bermula dari retaknya petak-petak kuasa
memanggil diri penakluk
apakah yang kaukumpul dari segala kemenangan
sedang kehidupan dimabukkan dongeng negeri tercantik kota pelangi
sedang kehidupan bergelimpangan kesempitan dan kepayahan
kau penakluk
mampu ketawa atas luka dan sakit
manusia
anehnya, mereka pula tidak mengerti luka dan sakit itu
dari manakah bermula

marilah berjalan ke tanah jauh di pelosok tanjung
marilah berhenti menari
berjalanlah dengan kaki dan matamu
tanggalkan jubah kebangaan dan buangkan sepatu keasyikan
rasailah sejuk tanah musim hujan
atau garingnya di bakar kemarau
tataplah keperitan yang meniti dari lembah ke bukit
sedang kauhanya melabuhkan suara
membaca dogeng belulang :
ranapkah kejahatan si pemabuk kuasa
rawana pedusta, akulah rama bersama busar keramat
menyelamatkan sita dari godaan hitam kejahatan
jauhilah bendera maut yang dipasang rawana
mampirlah, berdiri di bawah bayang pohon cinta rama
berdirilah menyelamatkan sita cinta kita
peduli apa musnahnya taman dan pohon-pohon hijau
aku sedang memanah rawana
jangan hampiri bendera darah rawana
ke mari ke bawah pohon cinta rama
kautak akan musnah
biar rawana berlumur tanah

ah, tahun yang segar
hidup yang menggelepar
mereka hanya berdiri menanti
luruhlah daun dari pohon
luruhlah....

tahun yang menjalar
menanti dan menanti

gerbang gelora
berputarlah
bawakan awan sejahtera
menitiskan hujan bahagia
Share this article :

0 comments: